10 Perubahan Tubuh Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Kehamilan adalah momen istimewa yang dinantikan oleh banyak pasangan setelah menikah. Persiapan yang matang harus dilakukan untuk menyambut momen bahagia ini. Saat Anda dinyatakan hamil, rasa bahagia akan selalu menyertai hari-hari Anda. Selain menyiapkan mental sebagai calon ibu, Anda juga harus siap menghadapi banyak perubahan yang akan terjadi pada tubuh Anda selama hamil.10 Perubahan Tubuh Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Perubahan tubuh yang terjadi pada ibu hamil di trimester pertama kehamilan (0-12 minggu) mungkin belum bisa terlihat secara nyata, tapi sebenarnya di dalam tubuh sedang aktif bekerja untuk menyesuaikan kondisi baik secara fisik dan emosional dalam proses kehamilan yang sedang terjadi. Perubahan hormonal yang dialami ibu hamil menjadi penyebab banyak perubahan fisik dirasakan oleh ibu hamil, seperti dirangkum dalam 10 perubahan tubuh yang terjadi pada ibu hamil berikut ini.

Perubahan Tubuh saat Hamil

  • Payudara membesar

Payudara membesar dan lebih kencang dipengaruhi oleh hormon kehamilan yang mulai bekerja, melebarkan pembuluh darah dan memberikan nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan produksi ASI. Ini menjadi tanda awal kehamilan yang mudah dikenali. Selain ukurannya bertambah, warna aerola (lingkaran di sekitar puting) menjadi lebih gelap.

  • Sering buang air kecil

Perubahan hormonal dan ukuran rahim yang membesar akan menekan kandung kemih, membuatnya cepat terisi penuh sehingga lebih sering ingin buang air kecil. Tapi hal ini jangan membuat Anda menghentikan asupan cairan ke dalam tubuh. Sebab, kebutuhan cairan tubuh saat hamil jauh lebih banyak untuk mencegah dehidrasi.

Baca juga: Apa Penyebab Keracunan Kehamilan? Ini Cara Mengatasinya!

  • Susah buang air besar

Peningkatan hormon progesterone saat hamil menyebabkan relaksasi otot dalam usus kurang efisien. Selain itu, tambahan zat besi berupa tablet/vitamin yang diberikan oleh dokter juga menjadi penyebab masalah konstipasi pada kehamilan ini. Tablet zat besi juga membuat warna fases menjadi kehitaman. Cara mengatasi konstipasi saat hamil yaitu dengan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, jangan lupa berolahraga agar kesehatan tubuh terjaga selama hamil.

  • Mual muntah (morning sickness)

Lagi-lagi penyebabnya adalah faktor hormonal. Memang tidak semua wanita hamil mengalami hal ini, tapi kebanyakan akan mengalami hal ini saat mengonsumsi makanan, atau mencium bau tertentu. Hal ini bisa diatasi dengan cara makan sedikit-sedikit namun sering. Morning sickness ini akan sembuh dengan sendirinya saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.

  • Kelelahan

Tubuh yang aktif menyesuaikan fisik dan emosional untuk kehamilan, serta perubahan hormonal mempengaruhi kondisi fisik ibu hamil menjadi cepat lelah. Luangkan waktu yang cukup untuk beristirahat dan tidur siang.

  • Sakit kepala

Sakit kepala adalah keluhan ibu hamil yang paling sering terjadi. Hal ini bisa karena kelelahan, tekanan darah rendah, perasaan tegang, atau depresi. Istirahat cukup dan hubungi dokter apabila sakit kepala semakin berat. Waspadai bila sakit kepala sering terjadi di usia kehamilan lanjut, sebab bisa jadi itu gejala preeklampsia, terutama jika disertai peningkatan tekanan darah dan tangan-kaki bengkak.

  • Pusing

Perubahan posisi secara tiba-tiba, misal dari tidur/duduk ke posisi berdiri bisa menimbulkan pusing pada ibu hamil muda karena sistem sirkulasi darah yang masih sulit beradaptasi. Dan jika pusing tetap timbul meski posisi sedang duduk, bisa jadi karena level gula darah yang menurun, dan bisa menyebabkan anemia.

  • Kram perut

Hal ini biasa terjadi pada trimester pertama kehamilan. Penyebabnya ialah otot dan ligamen yang meregang karena pertumbuhan dan perkembangan rahim. Hati-hati jika kram perut disertai dengan perdarahan dari jalan lahir, sebab bisa jadi tanda keguguran.

  • Sering meludah

Produksi air liur agak berlebih bisa karena morning sickness yang dialami. Solusinya Anda dapat sikat gigi, berkumur, atau menghisap permen mint, karena mint dipercaya dapat mengurangi air ludah.

  • Emosional

Perubahan hormon mempengaruhi emosional ibu hamil menjadi tidak stabil dan cepat berubah mood. Terlebih di awal kehamilan dan menjelang masa persalinan, rasa tanggungjawab akan jadi seorang ibu juga terkadang membuat ibu hamil merasa stres. Solusinya, bicarakan semua permasalahan yang dialami dengan orang-orang terdekat, dan sempatkan waktu untuk berlibur untuk mengobati kejenuhan.

  • Berat badan meningkat

Perubahan tubuh yang terjadi pada ibu hamil paling terlihat adalah perut membuncit dan berat badan naik. Peningkatan berat badan secara drastis terjadi setelah memasuki trimester kedua kehamilan. Dengan sendirinya tubuh Anda akan beradaptasi dengan hal ini. Keluhan lain yang mungkin timbul adalah sakit pinggang, tidak bisa tidur, dan kepanasan.

Baca juga: Cara Mengobati Demam pada Ibu Hamil

Itulah 10 perubahan tubuh yang terjadi pada ibu hamil yang mungkin dialami. Bahkan pada beberapa ibu hamil, pengaruh hormonal bisa menyebabkan kerontokan rambut, kulit pecah-pecah, dan ingin mengonsumsi makanan/minuman tertentu yang disebut ngidam. Segera hubungi dokter jika terjadi keluhan yang berat selama kehamilan.

Tags: ciri orang hamil gejala kehamilan