Cara Merawat Bayi Baru Lahir agar Selalu Sehat

Cara merawat bayi baru lahir agar selalu sehat tentu bukanlah pekerjaan mudah. Terlebih bagi para orangtua baru. Tak jarang, mereka membutuhkan bantuan dari ibu maupun babysitter untuk membantu mengurus bayi mereka. Merawat bayi baru lahir memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Selain itu, tubuh bayi baru lahir yang mungil membuat kita harus sangat hati-hati ketika melakukan perawatan bayi baru lahir ini.

Perawatan bayi baru lahir harus dilakukan dengan benar dan secara menyeluruh pada setiap anggota tubuhnya. Sebab, jika tidak dirawat dengan baik dan kebersihannya tidak dijaga, bayi akan rentan mengalami gangguan kesehatan. Untuk itu, mari kita simak tips perawatan bayi baru lahir beserta bagian-bagian tubuh bayi yang penting untuk diperhatikan saat merawat bayi baru lahir.

Cara Merawat Bayi Baru Lahir agar Selalu Sehat

Cara merawat bayi baru lahir agar selalu sehat

  • Mata

Pada bayi baru lahir, saluran air mata belum terbuka sempurna. Hal ini sering mengakibatkan air mata tergenang pada mata bayi dan menimbulkan tahi mata. Jika terus dibiarkan, ini bisa membahayakan kornea mata. Sebaiknya, lakukan pemijatan lembut pada area sudut mata bayi ke bawah, atau ke arah hidung 5-10 kali dengan jari yang tidak berkuku panjang atau menggunakan cotton buds yang dibasahi air hangat. Lakukan hal ini kurang lebih selama 2 minggu, karena setelah itu saluran air mata bayi sudah terbuka sempurna dan berfungsi dengan baik. Sedangkan tahi mata bayi bisa dibersihkan menggunakan kapas steril yang dibasahi air matang. Jangan lupa selalu gunakan satu kapas pada masing-masing mata.

  • Kulit

Kulit bayi baru lahir harus dijaga kebersihan dan kesehatannya. Sebab, kulit bisa menjadi “makanan empuk” kuman-kuman yang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama untuk bayi yang kulitnya masih sangat lembut dan sensitif. Untuk menjaga kebersihannya, bayi baru lahir harus dimandikan minimal 1 kali sehari, sebab bayi belum begitu tahan dingin. Memandikan bayi bisa dilakukan dengan merendamnya dalam bak mandi atau cukup dengan mengelapnya menggunakan washlap basah yang telah diberi sabun bayi. Pilih sabun bayi yang mengandung pro vitamin B5 untuk merawat kesehatan kulit, menjaga kulit tetap halus, dan memberi rasa nyaman pada bayi.

Agar kulit bayi tetap lembab dan tidak kering, gunakan baby oil yang mengandung vitamin E, yang bermanfaat agar kulit tetap halus, lembut, dan terhindar dari lecet. Sedangkan untuk mencegah biang keringat yang kerap dialami oleh bayi, bisa dilakukan dengan cara menjaga suhu dan temperatur ruangan bayi senyaman mungkin. Ventilasi ruangan harus baik. Selain itu, pada jam-jam panas lap bagian tubuh bayi yang banyak mengeluarkan keringat dengan kapas yang dibasahi air hangat, atau tisu basah non alkohol. Lakukan sesering mungkin, terutama pada daerah-daerah lipatan.

  • Kulit kepala

Masalah kulit kepala yang sering dialami oleh bayi adalah cradle crap, atau kerak di kulit kepala yang bisa disebabkan oleh polusi dan debu. Meskipun tidak membahayakan, hal ini tentu saja mengganggu. Cara merawat bayi baru lahir untuk masalah kerak di kulit kepala ini bisa dilakukan dengan cara membersihkannya menggunakan air matang setelah diberi obat dari dokter. Tapi jangan terlalu keras, karena setelah diberi obat kerak ini juga akan mengelupas dengan sendirinya.

Bisa juga memakai baby oil. Diamkan selama 10-15 menit, lakukan pijatan lembut, dan diakhiri dengan pencucian. Sekali lagi, jangan pernah melakukan pijatan atau membersihkannya dengan keras. Sebab jika sampai berdarah dan infeksi bisa berbahaya.

Untuk mencegah timbulnya kerak di kulit kepala bayi, usahakan kulit kepala bayi selalu sejuk dan kering. Hindari memakaikan topi atau penutup kepala terlalu lama. Karena keringat bisa menyebabkan kerak makin parah.

  • Rambut

Untuk menumbuhkan rambut bayi tidak harus menggunakan sampo. Akan lebih baik jika menggunakan bahan alami yaitu seledri. Jika ingin menggunakan sampo bayi, pilihlah yang mengandung pro vitamin B5 agar rambut bayi tetap sehat, mudah diatur, dan bercahaya. Gunakan cukup 2 kali seminggu. Basahi rambut bayi dengan semprotan atau mengusapnya dengan tangan, tuangkan 1-2 tetes sampo, gosok lembut hingga berbusa. Ingat, sampo jangan sampai mengenai mata bayi. Bilas menggunakan air hingga bersih secara perlahan.

  • Hidung

Jangan pernah membersihkan bagian dalam hidung bayi menggunakan cotton buds, tisu yang digulung kecil, atau jari Anda. Sebab hal itu dapat mendorong kotoran semakin masuk ke dalam dan juga dapat melukai membran pembatas hidung. Jika ada kotoran yang keluar, cukup bersihkan bagian luarnya saja. Sedangkan cara merawat bayi baru lahir yang terkena pilek, Anda dapat mengeluarkan lendir yang mengganggu pernapasan bayi dengan cara menghisapnya secara lembut satu persatu lubang hidung, atau bisa juga menggunakan aspirator hidung bayi. Jangan pernah menghisap lendir pada 2 lubang hidung sekaligus, karena berbahaya. Lendir dapat naik ke telinga tengah, dan dapat menimbulkan infeksi.

  • Telinga

Sama seperti hidung, bagian dalam telinga juga tidak boleh dibersihkan sembarangan. Anda baru boleh membersihkannya setelah kotoran keluar, gunakan cotton buds yang dibasahi air hangat agar kotoran menjadi lunak dan mudah diambil. Sementara daun telinga dapat dibersihkan pada saat mandi, gunakan kapas atau cotton buds yang dibasahi air hangat, dan lakukan secara lembut,

  • Mulut

Membersihkan mulut bayi dengan kasa steril yang dibasahi air matang untuk menghilangkan endapan susu pada lidah bayi sebenarnya tidak perlu dilakukan. Salah-salah, lidah bayi bisa lecet. Endapan susu akan hilang dengan sendirinya setelah bayi mulai makan makanan padat. Setelah gigi bayi tumbuh, barulah gusi dan gigi bayi boleh dibersihkan dengan sehari sekali dengan kasa steril yang diberi ait matang. Penting diketahui, hingga usia sebulan mulut bayi sangat rentan ditumbuhi jamur candida. Jamur ini banyak dijumpai di organ intim wanita, bisa menular lewat sentuhan tangan ibu ke mulut bayi. Untuk itu, ibu wajib menjaga kebersihan terutama setelah buang air.

  • Kuku

Cara merawat bayi baru lahir bagian kuku ialah dengan rajin memotongnya. Jangan sampai dibiarkan tumbuh panjang dan tajam karena bisa melukai wajah atau mata bayi. Seperti kita tahu, bayi selalu menggunakan tangannya untuk menyentuh apa saja. Anda dapat memotong kukunya saat ia bangun atau tertidur. Gunakan gunting kuku bayi yang berujung tumpul untuk menghindari kulit bayi ikut tergunting. Jika hal itu terjadi, tekan bagian kulit bayi yang tergunting dengan kasa steril sampai darah berhenti, kemudian beri antiseptik.

  • Bokong

Bokong bayi adalah bagian tubuh yang paling rentan bermasalah seperti gatal-gatal, kemerahan atau ruam popok. Hal itu karena bagian bokong sering bersinggungan dengan popok basah, keringat, atau kotoran (tinja), sehingga penting sekali untuk diperhatikan kebersihannya. Untuk mencegah terjadinya ruam popok, Anda harus menjaga bagian ini tetap kering dan bersih. Jika kemerahan tetap terjadi, coba lakukan tindakan berikut:

*Jangan pakaikan diapers sepanjang hari, cukup saat tidur malam atau saat bepergian saja

*Gunakan satu merk diapers yang cocok dengan kulit bayi Anda

*Lebih baik gunakan popok kain, jika terpaksa memakai diapers, longgarkan bagian paha agar ada ventilasi untuk sirkulasi udara. Seringlah mengganti diapers terutama setelah buang air.

*Sekali-kali, biarkan ia tidur dengan pantat terbuka. Usahakan suhu ruangan cukup hangat sehingga ia tidak kedinginan.

*Faktor makanan dari ibu yang memberikan ASI juga penting untuk diperhatikan. Hindari makanan mengandung lemak, asam, dan pedas, karena bisa menyebabkan bayi sering buang air, dan membuat pantatnya selalu basah.

*Jika ruam popok dan kemerahan tidak kunjung membaik hingga 2-3 hari, Anda dapat menghubungi dokter agar segera diberi obat yang sesuai.

Itulah beberapa bagian-bagian tubuh bayi yang perlu mendapat perhatian khusus dan dijaga kebersihannya dalam cara merawat bayi baru lahir agar selalu sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

Tags: melahirkan bayi merawat bayi