Kenali 3 Gangguan Saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Tak sedikit masalah atau gangguan yang timbul saat hamil, baik yang ringan hingga berat yang dapat membahayakan janin yang ada dalam kandungan. Terlebih lagi pada hamil muda, yaitu pada trimester atau 3 bulan pertama masa kehamilan merupakan periode yang sangat rentan sekaligus menjadi masa kritis yang perlu mendapat perhatian ekstra dari para ibu.

Meskipun demikian gangguan juga dapat terjadi kapan saja saat hamil. Hal ini wajar mengingat kehadiran calon bayi menyebabkan banyak perubahan dalam sistem tubuh dan hormonal ibu. Tak jarang juga terjadi batuk saat hamil ataupun gangguan flu biasa. Yang justru perlu diwaspadai adalah gangguan yang bersifat patologis karena dapat mengancam keselamatan janin.

Kenali 3 Gangguan Saat Hamil yang Perlu Diwaspadai -

Untuk mengenali sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap janin anda, berikut beberapa Gangguan Saat Hamil yang kerap terjadi .

  1. Keluarnya Flek Saat Hamil

Flek yang dialami ibu yang sedang hamil memang banyak terjadi, terutama setelah munculnya tanda hamil. Meskipun hal ini dapat merupakan hal yang biasa dan alami akibat perubahan hormonal ibu, namun ibu juga perlu mewaspadainya. Terutama bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan. Flek juga sering disebut pendarahan ringan karena jumlah darah yang keluar sedikit, berbentuk bercak (spotting), warnanya merah atau kecokelatan, dan biasanya tidak sampai mengotori pakaian dalam.

Dalam banyak kasus, flek saat hamil umumnya normal dan bersifat alami. Untuk mengatasinya, ibu hamil perlu sesering mungkin mengganti celana dalamnya, pilih bahan celana dalam katun yang nyaman, dan hindari menggunakan celana atau pakaian yang ketat yang justru menekan ke perut ibu hamil. Hindari dulu gerakan yang menyita tenaga seperti bekerja terlalu berat atau pun senam hamil. Meskipun demikian ibu hamil juga perlu mewaspadai setiap gangguan selama kehamilan dengan mengkonsultasikannya dengan dokter kandungan.

  1. Terjadinya Keputihan Saat Hamil

Gangguan semacam ini juga sering dialami ibu hamil yang didahului dengan keluarnya flek selama kehamilan. Untuk kondisi normal, keputihan yang terjadi berupa keluarnya lendir berwarna putih, encer, tidak menyengat baunya, dan tidak menyebabkan iritasi. Gangguan keputihan itu sendiri terjadi akibat adanya peningkatan aliran darah yang menuju ke sekitar rahim dan vagina ibu yang sedang hamil sebagai proses yang alami.

Namun jika lendir yang keluar tersebut cukup kental, berwarna ke arah kekuningan, dan sangat menyengat baunya bisa jadi ibu hamil mengalami gangguan yang bersifat patologis. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya infeksi, karena itu ibu harus secepatnya menemui dokter kandungan untuk memastikan penyebab keputihan saat hamil tersebut dan mendapatkan pengobatan seperlunya. Yang juga tak kalah pentingnya adalah menjaga asupan makanan ibu hamil agar selalu bergizi dan cukup.

  1. Terjadinya Pendarahan Saat Hamil

Pendarahan yang dialami ibu yang sedang hamil juga perlu diwaspadai meskipun tak selalu bersifat patologis atau mengancam keselamatan janin. Namun jika pendarahan saat hamil itu terjadi dalam jumlah banyak dan berlangsung terus menerus, serta diikuti dengan sejumlah gejala lainnya maka sebaiknya ibu segera memeriksakannya ke dokter.

Pendarahan yang cukup berbahaya adalah jika darah yang keluar berupa gumpalan, terasa nyeri pada perut, yang diikuti tubuh lemas, terasa pusing saat hamil, hingga menyebabkan pingsan. Gejala ini perlu diwaspadai karena dikhawatirkan merupakan kehamilan risiko tinggi yang bisa jadi merupakan tanda awal keguguran. Menemui dan berkonsultasi dengan dokter kandungan secepatnya begitu mengalami gangguan saat hamil merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Tags: cara menjaga kehamilan gangguan kehamilan kesehatan ibu hamil