Proses Terjadinya Kehamilan pada Wanita

Proses terjadinya kehamilan pada wanita belum sepenuhnya dimengerti oleh setiap orang. Karena memang proses kehamilan ini terbilang cukup rumit terlebih bagi seseorang yang tidak begitu paham dengan berbagai istilah medis. Ada banyak sekali tahapan-tahapan yang dilalui hingga proses pembuahan terjadi pada seorang wanita yang membuat proses kehamilan ini menjadi sangat luar biasa dan hanya terjadi atas kehendak Tuhan.10 Perubahan Tubuh Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Banyak fase yang harus dilalui dalam pembentukan calon janin, mulai dari tahap ovulasi, konsepsi, fertilisasi (pembuahan), sampai pada tahap implantasi atau penempelan embrio pada dinding rahim yang selanjutnya akan terus berkembang menjadi bayi di dalam kandungan. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak setiap tahapan-tahapan dalam proses terjadinya kehamilan pada wanita berikut ini.

  • Ovulasi

Sel telur yang telah matang akan keluar dari sarangnya, yaitu ovarium atau biasa disebut indung telur. Sebelumnya, sel telur tersebut berada dalam kantung-kantung (folikel) yang terdapat di dalam ovarium. Setelah matang, folikel tersebut akan pecah dan keluarlah sel-sel telur matang yang siap untuk dibuahi. Inilah yang dinamakan dengan proses ovulasi. Umumnya terjadi secara teratur sesuai siklus haid yang biasa dialami wanita, biasanya terjadi 2 minggu sebelum menstruasi pada bulan berikutnya.

  • Peningkatan Hormon

Setelah sel-sel telur keluar, maka folikel tadi akan berkembang menjadi Korpus Luteum yang akan melepaskan hormon untuk membantu menebalkan dinding rahim sebagai persiapan saat terjadinya kehamilan nanti.

  • Telur Menuju Tuba Fallopi

Telur yang bergerak keluar menuju Tuba Fallopi (saluran telur) dan berada di sana sekitar 24 jam siap menunggu untuk dibuahi. Masa inilah yang dinamakan dengan masa subur seorang wanita.

  • Fertilisasi (Pembuahan)

Proses terjadinya kehamilan pada wanita dimulai pada saat ini. Ratusan juta sel yang berenang menuju sel telur tidak semuanya akan berhasil menembus dan membuahi sel telur matang. Hanya ada satu atau beberapa pemenang yang berhasil membuahi dan nantinya berubah menjadi zigot (bakal janin). Lebih mengagumkan lagi, saat pembuahan terjadi jenis kelamin calon bayi sudah ditetapkan saat itu juga, yaitu berjenis kelamin laki-laki apabila yang membuahi berkromosom Y, dan jika dibuahi oleh berkromosom X maka akan berjenis kelamin perempuan.

  • Implantasi

Telur yang berhasil dibuahi berubah menjadi Zigot dan akan tetap berada dalam saluran telur (Tuba Fallopi) selama 3 hingga 4 hari. Namun dalam kurun waktu 24 jam setelah pembuahan, Zigot akan mulai membelah diri dengan cepat menjadi banyak sel yang dinamakan embrio. Embrio ini akan terus membelah diri sambil bergerak perlahan menuju ke rahim. Setelah sampai di rahim, embrio akan menempel dan tertanam pada dinding rahim yang telah menebal sebagai lahan subur untuk pertumbuhan janin. Proses ini dinamakan fase implantasi.

Baca juga: 6 Tanda Awal Kehamilan Setelah Berhubungan

Pada saat fase implantasi ini, beberapa wanita mungkin akan mengalami spotting atau bercak darah. Namun tidak perlu khawatir karena itu merupakan tanda awal kehamilan yang umum terjadi pada wanita. Selanjutnya, embrio tersebut akan terus berkembang menjadi bayi dengan menyerap sari-sari makanan melalui plasenta.

Demikian adalah uraian sederhana mengenai proses terjadinya kehamilan pada wanita.

Tags: gejala kehamilan proses kehamilan