Tanda Bahaya Kehamilan pada Trimester 1, 2 dan 3

Tanda bahaya kehamilan bisa saja terjadi pada trimester 1, 2 maupun trimester ke-3. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengenali ciri-cirinya agar bisa melakukan tindakan pertolongan dengan cepat. Sebab, pertanda bahaya pada wanita hamil ini juga bisa berdampak serius bagi perkembangan janin di dalam kandungan.Tanda Bahaya Kehamilan

Saat ini, sudah begitu banyak teknologi dan ilmu pengetahuan yang bisa mendeteksi dini akan adanya gangguan dalam masa hamil. Dengan begitu, tanda awal kehamilan yang bisa berbahaya ini bisa diatasi dengan segera. Namun tentunya, semua itu juga harus didukung dengan pengetahuan Ibu hamilĀ  yang cukup tentang kondisi kesehatan selama mengandung. Ada beberapa gangguan yang bisa menjadi ciri-ciri pertanda kehamilan bisa berbahaya. Anda harus bisa mengenalinya dengan baik agar segala kemungkinan terburuk bisa dicegah sedini mungkin. Dengan begitu, keselamatan Anda dan sang bayi akan tetap terjaga.

Ciri-ciri hamil berbahaya

Terjadi pendarahan

Pendarahan bisa sangat berbahaya bagi wanita hamil baik itu terjadi pada trimester 1, trimester 2 maupun trimester terakhir saat hamil. Perdarahan yang terjadi pada wanita yang mengandung bisa menjadi pertanda berbagai masalah. Jika perdarahan terjadi pada trimester pertama disertai kram dan sakit perut parah itu bisa jadi pertanda hamil di luar kandungan. Hamil di luar kandungan juga bisa mengancam keselamatan nyawa sang ibu jika terlambat mendapat penanganan. Selain hamil di luar kandungan, perdarahan di awal semester juga bisa merupakan pertanda keguguran. Jadi intinya, perdarahan pada wanita hamil merupakan tanda bahaya kehamilan yang bisa terjadi pada trimester 1, 2 maupun trimester 3.

Mual dan muntah

Meskipun mual dan muntah merupakan tanda tanda kehamilan yang umum, namun jika terlalu parah juga bisa berbahaya. Wanita hamil yang mengalami morning sicknes/mual dan muntah terus menerus bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Jika sang ibu terus mual, maka tidak bisa mendapat asupan makanan yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan sang bayi yang dikandung. Selain itu, sang Ibu juga bisa mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi sehingga membahayakan kondisi kesehatannya sendiri. Jika Anda mengalami mual dan muntah yang parah selama masa hamil, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan menyarankan makanan yang tepat untuk mengurangi rasa mual yang Anda derita. Jika diperlukan, dokter juga akan menyarankan obat yang bisa mengurangi rasa mual agar Anda tetap bisa mengonsumsi makanan sehat untuk kebutuhan tubuh dan janin dalam kandungan.

Aktivitas janin menurun

Menurunnya aktivitas janin secara drastis juga bisa menjadi tanda bahaya pada kehamilan. Jika biasanya gerakan bayi Anda terasa sangat hebat, namun tiba-tiba melambat dan berhenti maka patut diwaspadai. Bisa jadi, sang bayi kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen sehingga kehilangan energi. Jumlah tendangan bayi juga bisa menjadi indikator aktif atau tidaknya bayi Anda. Meskipun tidak ada patokan, namun setidaknya terdapat 10 atau lebih tendangan selama 2 jam untuk memastikan bayi Anda masih aktif bergerak. Ketika tiba-tiba gerakan bayi di dalam perut Anda melemah, segera lakukan pemeriksaan dokter.

Kontraksi dini pada trimester 3

Kontraksi terlalu dini bisa menjadi pertanda kelahiran bayi prematur. Terkadang, kontraksi juga tidak selalu menandakan akan terjadinya kelahiran bayi atau disebut kontraksi palsu. Bedanya yaitu, kontraksi palu intensitasnya tidak meningkat atau hanya biasa saja. Namun sebaiknya, Anda tidak main-main dengan keselamatan bayi dalam kandungan. Lebih baik lakukan penanganan dengan segera jika terjadi kontraksi.

Waspadai beberapa masalah di atas agar keselamatan bayi Anda terjamin. Dengan mengetahui tanda bahaya kehamilan trimester 1, 2 dan 3 diharapkan kehamilan Anda akan selalu sehat dan terjaga.

Tags: gangguan kehamilan tanda bahaya